Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Gangbang Ratu Felisha Dengan Brutal
Linda Lendir
Maret 08, 2026
Aopok.com - Pinggul Feli bergoyang kesana-kemari,..Tubuhnya meliuk-liuk erotis, apalagi kerika dia menarik sebuah bangku dan mengangkat kaki kirinya, sedangkan dia menari seolah sedang bersetubuh, makin lama wajah Feli mulai Rileks dan tampak menikmati tariannya..
Sementara para Polisi makin bernafsu melihat pertunjukan itu, mereka makin riuh bersorak yang membuatnya makin liar menari, ..“Buka Lagi donk Bajunya!!!” Kata Polisi Berkumis, mendengar itu Feli berhenti menari seolah menolaknya..Namun Bungkus Rokok melayang menerjang Wajahnya,..Para Polisi itu bertampang sangar serupa dengan wajah para penjahat yang merka tangkap,..
Terpaksa Feli pun menuruti kemauan mereka dan membuka TankTopnya, Bra Hitam yang menutupi Buah dada-nya seolah menyembunyikan Harta tersembunyi yang membuat orang seolah bernafsu untuk melihat isinya..
Feli pun kembali menari, agak canggung memang karena harus kembali membiasakan diri, namun begitu Tariannya semakin indah untuk dilihat karena Payudaranya seolah terpental kesana-kemari, mengikuti tariannya yang makin Panas,
Dengan terpaksa Feli memelorotkan Celana Jeans pendeknya, yang disambut dengan tawa ke 2 polisi itu, Polisi yang berkumis itu menghampiri tubuh Ratu yangkini hanya terbungkus oleh Bra dan Celana dalamnya..
“Oi, liat tuch Fel, mantan-lu!!”
Mungkin Kata-kata itu tak akan pernah dapat dilupakan Oleh Ratu Felisha sepanjang sisa hidupnya, Bagaimana tidak Pertemuan tak terduga dengan Mantan Pacarnya beserta Si Cabo Andien itu membuat Amarahnya tersulut, belum lagi Sorakan teman-temannya yang membuatnya berani melakukan Hal bodoh ini..21 Plaza Senayan seolah menjadi saksi bisu kebodohannya..
Gara-gara itu dia harus menghadapi hukuman meringkuk dalam Tahanan dan kini harus ditambah dengan tuntutan berlapis,..Apalagi ketika bukti baru membuatnya makin sulit menghindar dari Tuntutan itu,..Berbagai upaya damai telah dicobanya namun tak membuahkan hasil..
“Ya Sodara Ratu Felisha, Bagaimana Tanggapan Anda tentang Bukti baru ini,..” Kata Polisi Berkumis yang mungkin pimpinan di kantor itu, sambil menyerahkan kertas-kertas berisi uraian para saksi yang memberatkan dirinya,..
Ratu Felisha tampak tak percaya dengan apa yang dibacanya,.. Seluruh pernyataan yang ada di situ makin menyudutkan posisinya, bahkan Pengakuan teman-temannya pun membuatnya tersudut,..
“Apa Anda siap memberi keterangan..?” Tanya Polisi berkumis itu..
“Tapi ini bohong Pak,” Bela-Nya
“Ya anda katakana saja pembelaan Saudari,..Tolong dicatat Sersan Amin, ” Kata Polisi berkumis itu sambil menyuruh polisi Gendut disebelahnya untuk mencatat kata-kata Ratu
Di ruangan itu hanya tersisa 4 orang termasuk Sang Terdakwa, seorang sisanya adalah seorang Polisi jaga berpangkat Kopral Yang bertubuh hitam Kekar selayaknya orang-orang Ambon,
“Tapi Pak, ini bohong” Wajahnya tampak Panik seolah bingung harus memberi keterangan apa, dia menyadari semua kesalahannya, dan semua pernyataan itu benar adanya, namun bila harus mengakui hal itu sama saja dengan menjebloskan dirinya dalam penjara,..
“Jadi Bagaimana Saudari Tanya Polisi Berkumis itu lagi,..
“Tolong pak tolong saya, Saya ga mau dipenjara..Tolong..” Mohonnya..
“Kami tidak bisa menolong, kami harus membuktikan Kebenaran”
“Tapi pak saya takut, saya mau bayar berapa-pun…Tolong”
“Maaf Saya tak bisa membantu, kecuali..” Kata Polisi itu,. Sebuah senyum licik terselip diwajahnya..
“Tapi apa pak?? Anda mau minta berapa???” Tanya Feli bersemangat..
“Kecuali anda bisa menyenangkan kami…”
“Berkelakuan baik maksud Bapak?”
“Hahaha, Saya yakin anda tahu,..”
Kata-kata itu bagai isyarat SKAK-MAT bagi Feli, dia mengerti, namun tak mungkin dia harus melakukan hal itu dengan Polisi ini,..Semua orang tahu reputasinya, sebagai ratu Clubbuing, dengan tariff 10 juta untuk One Stay, berbagai jenis hidung belang pernah dilayaninya, tapi senua adalah Bos-bos High Class, bagaimana mungkin dia melakukan dengan Polisi Miskin dan dekil seperti mereka…
Dia pun berusaha menawar pada Polisi itu,. Sambil pura-pura tak tahu..
“Maksud Bapak, menari Erotis seperti di Film saya?…” Tanyannya..
“Hmmm, Boleh saja.. Itu juga menyenangkan..” Jawab Polisi itu sambil diiringi tawa rekan-rekannya..
Feli sadar mungkin hanya ini satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan dirinya..
Sementara Polisi Berkumis menyuruh Polisi Jaga itu untuk menutup pintu dan semua Horden di Kantor itu,..Feli tampak termenung mempersiapkan diri melakukan sesuatu yang memalukan bagi dirinya,.. Lanjut baca!
Feli pun kembali menari, agak canggung memang karena harus kembali membiasakan diri, namun begitu Tariannya semakin indah untuk dilihat karena Payudaranya seolah terpental kesana-kemari, mengikuti tariannya yang makin Panas,
Dengan terpaksa Feli memelorotkan Celana Jeans pendeknya, yang disambut dengan tawa ke 2 polisi itu, Polisi yang berkumis itu menghampiri tubuh Ratu yangkini hanya terbungkus oleh Bra dan Celana dalamnya..
“Oi, liat tuch Fel, mantan-lu!!”
Mungkin Kata-kata itu tak akan pernah dapat dilupakan Oleh Ratu Felisha sepanjang sisa hidupnya, Bagaimana tidak Pertemuan tak terduga dengan Mantan Pacarnya beserta Si Cabo Andien itu membuat Amarahnya tersulut, belum lagi Sorakan teman-temannya yang membuatnya berani melakukan Hal bodoh ini..21 Plaza Senayan seolah menjadi saksi bisu kebodohannya..
Gara-gara itu dia harus menghadapi hukuman meringkuk dalam Tahanan dan kini harus ditambah dengan tuntutan berlapis,..Apalagi ketika bukti baru membuatnya makin sulit menghindar dari Tuntutan itu,..Berbagai upaya damai telah dicobanya namun tak membuahkan hasil..
“Ya Sodara Ratu Felisha, Bagaimana Tanggapan Anda tentang Bukti baru ini,..” Kata Polisi Berkumis yang mungkin pimpinan di kantor itu, sambil menyerahkan kertas-kertas berisi uraian para saksi yang memberatkan dirinya,..
Ratu Felisha tampak tak percaya dengan apa yang dibacanya,.. Seluruh pernyataan yang ada di situ makin menyudutkan posisinya, bahkan Pengakuan teman-temannya pun membuatnya tersudut,..
“Apa Anda siap memberi keterangan..?” Tanya Polisi berkumis itu..
“Tapi ini bohong Pak,” Bela-Nya
“Ya anda katakana saja pembelaan Saudari,..Tolong dicatat Sersan Amin, ” Kata Polisi berkumis itu sambil menyuruh polisi Gendut disebelahnya untuk mencatat kata-kata Ratu
Di ruangan itu hanya tersisa 4 orang termasuk Sang Terdakwa, seorang sisanya adalah seorang Polisi jaga berpangkat Kopral Yang bertubuh hitam Kekar selayaknya orang-orang Ambon,
“Tapi Pak, ini bohong” Wajahnya tampak Panik seolah bingung harus memberi keterangan apa, dia menyadari semua kesalahannya, dan semua pernyataan itu benar adanya, namun bila harus mengakui hal itu sama saja dengan menjebloskan dirinya dalam penjara,..
“Jadi Bagaimana Saudari Tanya Polisi Berkumis itu lagi,..
“Tolong pak tolong saya, Saya ga mau dipenjara..Tolong..” Mohonnya..
“Kami tidak bisa menolong, kami harus membuktikan Kebenaran”
“Tapi pak saya takut, saya mau bayar berapa-pun…Tolong”
“Maaf Saya tak bisa membantu, kecuali..” Kata Polisi itu,. Sebuah senyum licik terselip diwajahnya..
“Tapi apa pak?? Anda mau minta berapa???” Tanya Feli bersemangat..
“Kecuali anda bisa menyenangkan kami…”
Artikel Terkait
“Berkelakuan baik maksud Bapak?”
“Hahaha, Saya yakin anda tahu,..”
Kata-kata itu bagai isyarat SKAK-MAT bagi Feli, dia mengerti, namun tak mungkin dia harus melakukan hal itu dengan Polisi ini,..Semua orang tahu reputasinya, sebagai ratu Clubbuing, dengan tariff 10 juta untuk One Stay, berbagai jenis hidung belang pernah dilayaninya, tapi senua adalah Bos-bos High Class, bagaimana mungkin dia melakukan dengan Polisi Miskin dan dekil seperti mereka…
Dia pun berusaha menawar pada Polisi itu,. Sambil pura-pura tak tahu..
“Maksud Bapak, menari Erotis seperti di Film saya?…” Tanyannya..
“Hmmm, Boleh saja.. Itu juga menyenangkan..” Jawab Polisi itu sambil diiringi tawa rekan-rekannya..
Feli sadar mungkin hanya ini satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan dirinya..
Sementara Polisi Berkumis menyuruh Polisi Jaga itu untuk menutup pintu dan semua Horden di Kantor itu,..Feli tampak termenung mempersiapkan diri melakukan sesuatu yang memalukan bagi dirinya,.. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...