Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Cerita Putri Titian XXX: Accidentally In Love

Cerita Putri Titian XXX: Accidentally In Love

 Tradingan.com - “Pak Dadang..ntar anterin Tian ke FX yaa..”.

“beres, non..”. Tian pun kembali ke kamarnya.
“ahaha..senangnya nggak ada syuting hari ini..”, ucap Tian dengan tawanya yang khas. Tian berganti pakaian untuk pergi ke mall. Sudah janji dengan temannya akan jalan-jalan seharian karena hari ini bebas syuting, yeeey.
“ayo, Pak..kita berangkat..”.
“ayo, non..”. Tian langsung masuk ke dalam mobil sedannya yang mewah itu. Mobilnya juga sudah dipanaskan, Dadang langsung mengemudikannya keluar rumah. Tak ada percakapan antara Dadang & Tian karena Tian sibuk sendiri dengan hpnya.
“Pak Dadang pulang aja dulu..ntar kalo Tian mau pulang, Tian telpon deh..”.
“oke, non..Pak Dadang nanti jemput di sini lagi, non ?”.
“ng..ntar Tian telpon jemput dimana, soalnya mau jalan-jalan juga..”.
“ok deh..Pak Dadang pulang dulu ya, non..”. Tian berjalan masuk ke dalam mall. Cukup banyak juga yang mengenalinya terutama kalangan ibu-ibu. Memang, dia belum terlalu tenar, tapi setidaknya, banyak yang sudah mengenalnya.
“eii Sherl..”, gadis cantik bergigi gingsul itu langsung memeluk sahabatnya.

“udah lama Sherl ?”.
“baru nyampe kok gue..”.
“maaf nyaa Sherl, tadi ada ngajak foto-foto hehe..”.
“duuh, tau deh yang artis lagi makan daun hahaha”.
“ah lo tuh makan daon kayak kambing ahaha. yaudah Sherl, kita nonton aja yuuk..”.
“okee..”. Usai membeli tiket, Tian & Sherly duduk di cafe.
“eh Ti..ada yang ngeliatin kita dari tadi..”, bisik Sherly.
“mana ?”.
“itu..di belakang kita..”. Perlahan, Tian menengok ke belakang.
“iih itu mah Om-om ganjen..lo mah ada-ada aja..iih..”.
“ya kan lumayan, siapa tau aja bisa jajanin kita hihi..”.
“jangan ah, bahaya tau maen-maen ama Om ganjen ahaha”. Banyak yang melirik. Meskipun gayanya tomboy, wajah Tian cukup menarik perhatian cowok, gigi gingsulnya pun menambah imut wajahnya. Sherly pun tak kalah cantik. Tak heran mereka berdua menarik perhatian. Tian & Sherly menghabiskan banyak waktu di mall tersebut. Waktu terasa cepat berlalu jika bersama Sherly. Begitu juga sebaliknya. Mereka berdua memang sangat cocok. Keduanya sama-sama tomboy dan tak jaim, tak heran kalau mereka berdua klop.

Bosan di mall saja, mereka pergi ke tempat lain dengan taksi.
“kita kemana lagi nih, Sherl ?”.
“kemana yaa yang enak ?”.
“ke Taman XXX aja kayaknya enak..lagi pengen jalan-jalan di taman nih..”.
“oke deh..Pak, ke Taman XXX yaa..”. Mereka berdua hanya berjalan-jalan saja, mengobrol sambil duduk di bangku taman. Sementara orang-orang yang di sekitar mereka sibuk berpacaran, Tian & Sherly sibuk ketawa-ketiwi.
“eh, Sherl..ada yang maen basket tuh..kita liat yuk, siapa tau ada yang ganteng”.
“betul juga, yuuk..”. Meskipun malam, ternyata ada juga yang bermain basket malah bisa dibilang ramai.
“ah nggak ada yang ganteng, Ti..nggak wajar semua mukanya. hahaha”.
“waduuh..nggak wajar, ada-ada aja bahasa lo..”.
“hai..boleh kenalan gak ?”. Tiba-tiba ada 2 orang yang menyapa Tian & Sherly.
“mm..”.



“kenalin, nama gue Tomi..”.
“gue Andri..”.
“Tian..”.
“Sherly..”.
“kok pada beduaan aja ? pacarnya kemana ?”.
“kita cuma bedua aja..”.
“kok gak ama pacarnya ?”.

“kita nggak punya pacar..”.
“yang bener ? masa cewek cantik kayak kalian nggak punya pacar ?”.
“iyaa bener..”. Sementara Sherly sibuk berbicara dengan Tomi & Andri. Tian mengirimkan sms ke Dadang agar dia menjemputnya di Taman XXX.
“maaf Tomi, Andri..kita mau pulang yaa..”, jawab Tian yang mulai agak takut karena baru sadar hanya tinggal mereka berdua cewek yang ada di sana, cewek-cewek yang tadinya ada beberapa, sudah pulang. Lanjut baca!


Kisah Sex Gita Gutawa : The Beginning of the End

Kisah Sex Gita Gutawa : The Beginning of the End

 Aopok.com - ”kriing !!! kriing !!!”.

“plek…”.

“hooaahhmmm…”.

Jam weker itu kembali berdetak seperti biasa setelah belnya di tekan. Seorang gadis manis baru saja bangun dari tidurnya. Masih dalam keadaan mengantuk, dia mengumpulkan kesadarannya. Begitu merasa sudah segar, dia langsung bangun dari tempat tidur. Merapikan tempat tidurnya dan menaruh bantal dan guling dengan rapih. Ranjang itu sudah rapih lagi, tidak terlihat kalau baru habis dipakai.


“mmm….”, dia merenggangkan tubuhnya dan sedikit berolahraga di pagi hari yang indah itu. Dia melihat ke arah jam, baru jam 6.00. Dia pun memutuskan untuk mandi. Dia membuka keran air panas pada bak mandinya. Setelah hampir 1/4 bak terisi, dia membuka keran air dingin dan keluar kamar mandi. Sambil menunggu, gadis itu membaca buku Biologi, pelajaran yang lebih mudah dari pelajaran lainnya, menurutnya. Sesekali, dia kembali ke kamar mandi mengecek bak mandinya. Akhirnya, bak mandinya penuh juga. Gadis itu menaruh bukunya. Kini, dia sudah telanjang bulat. Tubuhnya memang kecil, tapi begitu padat dan sekal. Daerah kewanitaannya juga begitu sempurna. Benar-benar terawat, bulu-bulu halus menghiasi bukit kembarnya. Celah vaginanya pun masih tertutup rapat yang menandakan kalau daerah itu belum pernah di sentuh siapa pun bahkan oleh dirinya sendiri.

“aah…angeett..”, desahnya ketika tubuhnya sudah terendam sampai leher. Dia menuangkan sabun mandi cair ke dalam baknya.

“mm..mm..mm…”, senandungnya sambil asik menyabuni tubuhnya. Dia memutuskan untuk selesai. Dia keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya. Dia mematikan ac kamarnya, takut kedinginan. Dia mengambil seragam dari lemarinya. Sebelum memakai seragamnya, dia berdiri di depan kaca dan melepaskan jubah mandinya. Perhatiannya langsung tertuju ke satu bagian saat dia berdiri menghadap samping yaitu pantatnya.

“aduh…gimana ya caranya? gak enak banget diliatnya?”, tanyanya sendiri mengelus-elus pantatnya. Sudah 1 bulan ini, dia berpikir kalau pantatnya besar dan tak sedap dipandang. Pokoknya, tak pantas untuk gadis seusianya.

Padahal, dia sama sekali tak tahu kalau pantatnya begitu menggiurkan. Begitu bulat, padat, dan kenyal, saking kenyalnya ketika dipukul, pantatnya akan langsung bergetar. Dia tidak pernah tahu kalau banyak teman-temannya yang cowok ingin meremas atau setidaknya menepuk pantatnya yang montok itu.

“Gita !! ayo sarapan !!”.

“iya, Pah…sebentar…”. Setelah memakai pakaian dalam dan seragam SMAnya, dia membawa tasnya dan turun ke bawah untuk sarapan bersama ayahnya.

“ayo, Pah…kita berangkat…”, ujar Gita setelah selesai sarapan.

“kamu udah siap? gak ada yang ketinggalan?”.

“mm..kayaknya gak ada…”.

“yaudah kalo gitu…ayo berangkat…”.

“wah…lagi pada sibuk nih?”, sapa Gita ketika memasuki kelas.

“pr Bu Ida emang lo udahan?”, tanya Dini, teman baiknya yang juga sebangku dengannya.

“udah dong…namanya juga pr..ya gue kerjain di rumah lah…”, jawab Gita dengan riang.

“liat dong Git…”.

“nih…”. Gita hanya tersenyum saja melihat Dini sibuk menyalin pr.

“eh Dani…bengong aja…”.




“iya..”.

“lo udah prnya?”.

“udah, Git…”.

“wah…rajin ya…”. Dani hanya tersenyum saja.

Dani sebenarnya anak yang pintar dan rajin, tapi dia jarang ngobrol, jadi tak heran kalau teman-temannya memanggilnya invisible man (ada nggak ada sama aja). Gita sering mengajaknya mengobrol dan kadang minta diajarin. Gita memang ramah dengan semua temannya tanpa terkecuali, dia selalu senyum dan riang setiap harinya. Dan tak ada satu pun tahan jika Gita sudah tersenyum. Gemas ingin mencubit pipinya karena senyumnya yang manis yang dihiasi dengan gigi gingsulnya. Lanjut baca!


Kisah Gangbang Ratu Felisha Dengan Brutal

Kisah Gangbang Ratu Felisha Dengan Brutal

 Aopok.com - Pinggul Feli bergoyang kesana-kemari,..Tubuhnya meliuk-liuk erotis, apalagi kerika dia menarik sebuah bangku dan mengangkat kaki kirinya, sedangkan dia menari seolah sedang bersetubuh, makin lama wajah Feli mulai Rileks dan tampak menikmati tariannya..

Sementara para Polisi makin bernafsu melihat pertunjukan itu, mereka makin riuh bersorak yang membuatnya makin liar menari, ..
“Buka Lagi donk Bajunya!!!” Kata Polisi Berkumis, mendengar itu Feli berhenti menari seolah menolaknya..Namun Bungkus Rokok melayang menerjang Wajahnya,..Para Polisi itu bertampang sangar serupa dengan wajah para penjahat yang merka tangkap,..



Terpaksa Feli pun menuruti kemauan mereka dan membuka TankTopnya, Bra Hitam yang menutupi Buah dada-nya seolah menyembunyikan Harta tersembunyi yang membuat orang seolah bernafsu untuk melihat isinya..
Feli pun kembali menari, agak canggung memang karena harus kembali membiasakan diri, namun begitu Tariannya semakin indah untuk dilihat karena Payudaranya seolah terpental kesana-kemari, mengikuti tariannya yang makin Panas,
Dengan terpaksa Feli memelorotkan Celana Jeans pendeknya, yang disambut dengan tawa ke 2 polisi itu, Polisi yang berkumis itu menghampiri tubuh Ratu yangkini hanya terbungkus oleh Bra dan Celana dalamnya..
“Oi, liat tuch Fel, mantan-lu!!”
Mungkin Kata-kata itu tak akan pernah dapat dilupakan Oleh Ratu Felisha sepanjang sisa hidupnya, Bagaimana tidak Pertemuan tak terduga dengan Mantan Pacarnya beserta Si Cabo Andien itu membuat Amarahnya tersulut, belum lagi Sorakan teman-temannya yang membuatnya berani melakukan Hal bodoh ini..21 Plaza Senayan seolah menjadi saksi bisu kebodohannya..
Gara-gara itu dia harus menghadapi hukuman meringkuk dalam Tahanan dan kini harus ditambah dengan tuntutan berlapis,..Apalagi ketika bukti baru membuatnya makin sulit menghindar dari Tuntutan itu,..Berbagai upaya damai telah dicobanya namun tak membuahkan hasil..
“Ya Sodara Ratu Felisha, Bagaimana Tanggapan Anda tentang Bukti baru ini,..” Kata Polisi Berkumis yang mungkin pimpinan di kantor itu, sambil menyerahkan kertas-kertas berisi uraian para saksi yang memberatkan dirinya,..
Ratu Felisha tampak tak percaya dengan apa yang dibacanya,.. Seluruh pernyataan yang ada di situ makin menyudutkan posisinya, bahkan Pengakuan teman-temannya pun membuatnya tersudut,..
“Apa Anda siap memberi keterangan..?” Tanya Polisi berkumis itu..
“Tapi ini bohong Pak,” Bela-Nya
“Ya anda katakana saja pembelaan Saudari,..Tolong dicatat Sersan Amin, ” Kata Polisi berkumis itu sambil menyuruh polisi Gendut disebelahnya untuk mencatat kata-kata Ratu
Di ruangan itu hanya tersisa 4 orang termasuk Sang Terdakwa, seorang sisanya adalah seorang Polisi jaga berpangkat Kopral Yang bertubuh hitam Kekar selayaknya orang-orang Ambon,
“Tapi Pak, ini bohong” Wajahnya tampak Panik seolah bingung harus memberi keterangan apa, dia menyadari semua kesalahannya, dan semua pernyataan itu benar adanya, namun bila harus mengakui hal itu sama saja dengan menjebloskan dirinya dalam penjara,..
“Jadi Bagaimana Saudari Tanya Polisi Berkumis itu lagi,..
“Tolong pak tolong saya, Saya ga mau dipenjara..Tolong..” Mohonnya..
“Kami tidak bisa menolong, kami harus membuktikan Kebenaran”
“Tapi pak saya takut, saya mau bayar berapa-pun…Tolong”
“Maaf Saya tak bisa membantu, kecuali..” Kata Polisi itu,. Sebuah senyum licik terselip diwajahnya..
“Tapi apa pak?? Anda mau minta berapa???” Tanya Feli bersemangat..
“Kecuali anda bisa menyenangkan kami…”




“Berkelakuan baik maksud Bapak?”
“Hahaha, Saya yakin anda tahu,..”
Kata-kata itu bagai isyarat SKAK-MAT bagi Feli, dia mengerti, namun tak mungkin dia harus melakukan hal itu dengan Polisi ini,..Semua orang tahu reputasinya, sebagai ratu Clubbuing, dengan tariff 10 juta untuk One Stay, berbagai jenis hidung belang pernah dilayaninya, tapi senua adalah Bos-bos High Class, bagaimana mungkin dia melakukan dengan Polisi Miskin dan dekil seperti mereka…
Dia pun berusaha menawar pada Polisi itu,. Sambil pura-pura tak tahu..
“Maksud Bapak, menari Erotis seperti di Film saya?…” Tanyannya..
“Hmmm, Boleh saja.. Itu juga menyenangkan..” Jawab Polisi itu sambil diiringi tawa rekan-rekannya..
Feli sadar mungkin hanya ini satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan dirinya..
Sementara Polisi Berkumis menyuruh Polisi Jaga itu untuk menutup pintu dan semua Horden di Kantor itu,..Feli tampak termenung mempersiapkan diri melakukan sesuatu yang memalukan bagi dirinya,.. Lanjut baca!

Viral Kisah Indra di Gangbang Cewek Lonte

Viral Kisah Indra di Gangbang Cewek Lonte

 Piool.com - Gue cuma punya waktu empat hari lagi sebelum gua cabut dari Jakarta. Beruntung Indra gerak cepat, tiap tiga jam dia kasih update info ke gue. Dia berusaha mendapatkan akses langsung ke bintang, dan berhasil karena kerjanya selama ini yang dinilai memuaskan oleh rumah produksi. Kemudian dia merencanakan bagaimana agar ketiga cewek terpisah dari yang dua cowok, namun ketiga-tiganya harus berkumpul di satu tempat yang sama.

Ajakan secara profesional dirasa nggak mungkin karena itu pasti harus mengundang yang dua cowok agar tidak mencurigakan. Maka Indra berusaha mendapatkan akses ke HP pribadi mereka dan mengirimkan pesan palsu tentang party khusus cewek yang diadain temen mereka bertiga. Di situ dicantumin pestanya harus dirahasiakan karena akan wild, and no men allowed.


Pesen ini dikirim saat mereka sedang tur promosi film di Bandung. Indra dengan segala cara berusaha membuat ketiga cewek ini exciting untuk datang. Selebihnya mudah, karena mereka secara otomatis akan merahasiakan pesta ini ke semua orang, karena jika bocor mereka pasti dilarang pergi karena jadwal tour yang padat.

Indra yang berhasil merebut kepercayaan mereka diminta menyediakan transportasi. Ini dimanfaatkan untuk memastikan mereka bertiga tidak terpisah, karena gue sudah minta mereka harus ada bertiga, nggak boleh kurang satu orang pun. APV dicarter, secara rahasia, nggak ada pihak manajemenpun yang tahu.

Akhirnya malam yang ditentukan tiba, sehari sebelum keberangkatan gua meninggalkan Indonesia. Sesuai rencana, ketiga cewek itu berpura-pura capek dan akan istirahat di kamar sejak jam 7 malam dan berpesan nggak mau diganggu sampai pagi. Padahal kemudian mereka pergi lewat pintu belakang hotel dibantu Indra. Sebelum pergi, Indra memberikan brownies pada mereka, sudah dicampur dengan bubuk tidur. Dan mereka pergi meninggalkan hotel.

Lhah, Sopir mereka gimana? Kalau nanti kenapa-kenapa? Kalau dia bisa jadi saksi mata? Nggak mungkin, soalnya sopirnya kan gue.

Gue melaju ke arah puncak, tempat yang sudah gue sediain khusus buat malam spesial ini. Sesekali gua ngelirik tiga calon mangsa di belakang, mereka ribut banget, ketawa-ketawa, andai saja they realize what will happen to them…gue senyum.

Sekitar 20 menit sebelum sampai tujuan mobil sudah sepi, obat tidurnya sudah bekerja, gue tancap gas lebih kenceng. Sudah nggak nahan.

Akhirnya kami sampai di tujuan, villa punya keluarga gue. Maksudnya salah satu villa punya keluarga gua, agak kurang terawat soalnya keluarga gua paling males ke sini, tempatnya terpencil, nggak ada villa lain di sebelah-sebelahnya. Sepi. Tapi untuk kasus-kasus khusus seperti yang gua alami sekarang ini, menguntungkan.

Gua masukin mobil ke garasi, terus gua buka pintu masuk. Gue balik ke mobil, buka pintu geser di bagian samping, di situ gua lihat mereka –ketiganya dengan jaket dan jeans- tertidur pulas. Shit!! Manis banget mereka!!

Paling deket dengan pintu mobil dan tempat gua berdiri, Ayushita, with her weird haircut ala astroboy di bagian kening. Dia pakai jaket adidas merah dan jeans hipster biru dongker. Di sebelahnya ada Bella dengan sweater abu-abu juga dengan jeans hipster namun berwarna lebih cerah. Terakhir paling ujung ada Chelsea dengan jaket tudung warna biru, bagian bawah celana jeansnya dilipat hingga terlihat betisnya yang putih mulus.



Gue angkat Ayushita, gua bopong dia pelan-pelan masuk ke villa, ke kamar yang udah gua siapin. Di sana dia gue dudukkan ke kursi khusus, bagian bawahnya dipaku dengan lantai jadi nggak bisa geser-geser. Terus tangannya iket ke belakang punggung sementara kakinya juga gua iket ke kaki kursi.

Selesai dengan persiapan hidangan pertama gua kembali ke mobil buat ngambil Bella dan gua iket juga dia dengan posisi persis sama di sebelah Ayushita. Lanjut baca!


Viral Kisah Anal Ku Di Sodok Kontol Pria Nigeria 3

Viral Kisah Anal Ku Di Sodok Kontol Pria Nigeria 3

  Tradingan.com - Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan penis yang telah menghantarkan aku ke awang awang itu dicabut sambil Siof menciumku lembut sekali. Benar benar aku terbuai dengan perlakuannya. Dibimbingnya aku ke kamar mandi. Saat aku berjalan rasanya masih ada yang mengganjal kemaluanku dan ternyata banyak sekali sperma yang mengalir di pahaku. Dan kami mandi bersama. Selesai kami ke tempat tidur dan Siof memutar lagu classic untuk menghantar kami tidur. Nyenyak sekali aku tidur dalam pelukannya, merasa aman, nyaman dan benar-benar malam ini aku terpuaskan dan merasakan apa yang selama ini hanya kubayangkan saja.


Pagi aku bangun masih dalam pelukannya. Ternyata Siof sudah bangun tapi tak mau mengusik tidurku. Katanya aku tidur nyenyak sekali, sambil membelai rambutku. Seterusnya kami bergegas ke kamar mandi, dan kulihat Siof langsung membuka kimono dan menghidupkan shower lalu mandi. Dia sudah tak tahan menahan pipis rupanya. Sambil badannya diguyur shower, dia juga pipis sambil nyengir setelah permisi. Aku cuma tertawa geli dan aku menggosok gigi dan ikut mandi juga.

Saat mandi kami saling menyabun dan bercumbu di bawah shower. Dan tak terlewatkan pula kami saling membersihkan kemaluan kami. Setelah selesai Siof keluar duluan, sedang aku masih menikmati shower dengan sedikit horny. Selesai dengan rambut yang sudah kering, aku masuk ke kamar, ternyata Siof sudah menyiapkan roti hangat dan kopi di meja dekat sofa, padahal masih belum jam enam. Hanya lampu duduk yang hidup, dan aku dipersilakan minum kopi dan makan roti sambil mengobrol, sarapan dan diiringi lagu lembut.

Setelah aku makan sepotong roti, dia lalu memintaku duduk di pangkuannya. Aku menurut saja. Terasa kecil sekali tubuhku. Sambil mengobrol, aku dimanja dengan belaiannya. Akhirnya setelah selesai makan, diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya. Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai menyelinap di dalam kimonoku dan mulai meremas-remas lembut tetekku, diteruskan menarik tali kimonoku dan tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yang aku duduki terasa mulai agak mengeras. Ohh, langsung aku bangkit dan aku ingin melihat dengan jelas penisnya, selagi di bawah sinar lampu yang cukup terang. Aku bersimpuh di depan Siof dan kubuka tali kimononya dan kusibakkan.

Ohh, ternyata sudah mulai ereksi penisnya, walau masih belum begitu mengeras. Dan kepala penisnya sudah mulai sedikit mencuat keluar lalu aku raih dan aku belai dan kulupnya kututupkan lagi. Aku suka melihatnya dan sebelum penuh ereksinya langsung aku kulum penis Siof. Aku suka memainkan kulup penis yang tebal dengan lidahku saat penis belum sepenuhnya ereksi. Maka kutarik kulup ke ujung, membuat kepala penis Siof tertutup kulupnya dan segera kukulum sebelum ereksi penuh, kumainkan kulupnya dengan lidahku dan kuselipkan lidahku ke dalam kulupnya sambil lidahku berputar masuk di antara kulup dan kepala penisnya. Enak rasanya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya penisnya makin membengkak dan Siof mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh.

Dan rupanya Siof makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke tempat tidur. Sambil menarik tali kimonoku Siof mematikan lampu duduk dan menghidupkan lampu sorot di atas tempat tidur bagian bawah. Sebenarnya aku agak malu, tapi sudahlah, paling dia juga ingin gantian melihat dengan jelas kemaluanku. Dan ternyata benar, saat aku akan naik kakiku ditahannya sambil tersenyum. Manis juga, batinku, diteruskan dengan membuka kakiku dan Siof langsung menelungkup di antara pahaku.

“I love it and I like it Rin” ujarnya sambil membelai bulu kemaluanku yang jarang.
“Mengapa?”
“Sebab hanya sedikit bulu, dan bibir kemaluanmu bersih tak ada bulunya serta tebal bibirnya”.

Aku merasakan Siof terus membelai bulu kemaluanku dan bibirnya. Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka kemaluanku dimainkan berlama-lama, aku terkadang melirik apa yang dilakukan Siof. Seterusnya dengan dua jarinya membuka bibir kemaluanku, aku makin terangsang dan aku merasakan makin banyak keluar cairan epitelku. Wajib baca!


Viral Kisah Anus Ku Di Sodok Kontol Pria Nigeria 2

Viral Kisah Anus Ku Di Sodok Kontol Pria Nigeria 2

  Aopok.com - Pada hari berikutnya sebelum aku pulang dari tugas, aku dipanggil dokter kepala perawatan VIP. Jantungku berdebar kuat, dan aku pucat, takut dan malu bercampur aduk. Apakah ketahuan perbuatanku tadi malam? Benar-benar bingung aku saat itu, dan sambil berjalan gontai aku menuju ruangan dokter kepala. Sebelum masuk aku berusaha tenang, dan akhirnya aku ketuk pintu dan aku masuk.


“Se.. laammat Pagi Dok” sapaku bergetar.
“Oh kamu Rin, selamat pagi, duduklah, kamu sakit?”
“Tidak Dok, mung.. kin kurang tidur saja.”
“OK begini Rin.. (jantungku makin berdebar serasa akan copot), Mr. Siof besok sudah bisa keluar, tapi rasanya perlu pengawasan sekitar 5 hari lagi sampai seminggu atas permintaanya” kata dokter kepala. Plong rasanya. Aku tahu maksudnya.
“Terus maksud Dokter bagaimana?” tanyaku.
“Kami sudah putuskan selama masih dalam pengawasan, Mr Siof minta untuk didampingi seorang perawat. Sebab saat ini adiknya tidak selalu berada di apartemennya”.
“Nah, kalau kamu tidak keberatan, kamu yang aku tunjuk untuk mendampinginya selama masih dalam pengawasan” sambungnya.
“Dok, kalau boleh usul, mengapa tidak dirawat di sini saja?” usulku.
“Memang itu baik, tapi Mr. Siof bilang sudah bosan di ruang rawat dan ruang itu akan segera diisi pasien lain yang sudah menunggu. Bagaimana. Apa kamu sanggup?”.
“OK dok, saya sanggup saja, tapi surat perintah untuk saya kapan?”
“Nanti siang juga sudah selesai, saya taruh di ruang ini. Untuk ijin suami ya. Beres deh, jangan kuatir, nanti aku call suamimu..” kata dokter sambil tersenyum, dan membuat aku malu sendiri. Takut jangan jangan dokter tahu kejadian tadi malam.
“OK Rin, mulai besok siang, tugasmu mengawasi kondisi pasien Mr. Siof di apartemennya sampai sembuh total” kata dokter kepala dan aku pun keluar mengikuti langkahnya.

Pikiranku kacau, campur aduk, dan terbayang apakah akhirnya aku akan ditiduri Siof? Ada rasa ingin merasakan, tapi juga ada rasa takut. Sampai aku pulang masih terbayang seandainya aku sampai tidur dengan Siof. Ohh, aku belum bisa membayangkannya. Esoknya aku datang agak siang dan langsung ke ruangan dokter kepala, langsung aku diberikannya surat tugas.

“Paling lima hari atau seminggu juga sudah sembuh Rin” katanya sambil menepuk pundakku. Padahal aku tahu Siof sebenarnya sudah sehat benar, paling hanya memulihkan tenaganya saja.

Dari situ aku langsung ke ruang rawat Siof. Aku dapati dia sudah siap untuk meninggalkan RS, semua barangnya sudah masuk dalam kopor dan dia bilang bahwa semua urusan administrasi sudah selesai, tinggal menunggu perawat yang akan merawat di tempat tinggalnya. Dan ternyata dia belum tahu bahwa aku lah yang akan merawatnya. Sambil memelukku dia menyambutku.

“Terima kasih Rin, kamu telah memperhatikan aku sepenuhnya..” Katanya dengan nada sedih. Aku mengerti, mungkin kalau bukan aku yang akan merawatnya, aku akan sedih juga.
“Tenang Siof, akulah yang akan menemanimu sampai kamu sembuh” kataku.
“Benar!!??” ujarnya surprise sambil badanku diguncang-guncang penuh gembira.

Seterusnya kami berkemas dengan dibantu office boy membawa barang Siof ke mobilku.

“Tidak naik taxi saja?” kata Siof.
“Lebih leluasa pakai mobilku yang jelek ini” jawabku sambil nyengir.
“Not too bad, aku suka dengan mobilmu”

Dalam perjalanan tidak terlalu banyak kami bicara. Sebelum ke apartemennya Siof minta diantar mampir ke salon untuk memotong rambutnya, dia minta dicukur habis. Aku perhatikan setelah selesai cukur plontos, mirip pemain bola dari Inggris yang aku kurang jelas namanya sebab bentuk kepalanya bundar sekali. Lanjut baca!


Kisah Anus Ku Di Sodok Kontol Pria Nigeria 1

Kisah Anus Ku Di Sodok Kontol Pria Nigeria 1

  Aopok.com - Namaku Marini, berumur 33 tahun yang berprofesi seorang perawat rumah sakit swasta terkenal di Jakarta, dan aku kebetulan seorang wanita keturunan Chinese, sudah berkeluarga dengan suami seorang keturunan juga. Dia bekerja di sebuah perusahaan pelayaran kecil milik keluarga. Aku tidak cantik menurutku, tapi aku dikaruniai kulit putih, bersih dan halus, walaupun aku hanya merawat seadanya, sedangkan tubuhku masih terawat, karena aku memang senang berolah raga sedari kecil.

Kehidupanku biasa biasa saja seperti layaknya keluarga menengah yang hidup di kota besar ini. Kami tinggal di daerah Jakarta Utara mempunyai seorang anak masih SD klas 1 saat itu.


Pengalaman sex saya biasa saja. Sebelum menikah dengan suamiku Satya, aku pernah melakukan hubungan sex dengan pacar pertamaku yang juga seorang keturunan. Karena aku seorang perawat RS, maka aku mempunyai pengalaman melihat dan memegang berbagai macam kemaluan lelaki, sebab saat aku memandikan pasien, maka mau tak mau dan suka tak suka aku membersihkannya. Dan kuakui sebenarnya aku mempunyai libido yang di atas rata rata, sebab kalau aku memandikan pasien, sering aku jadi terangsang sendiri.

Setelah menikah aku hanya berhubungan dengan Satya, namun kuakui, aku pernah melakukan beberapa kali bercumbu sampai dengan oral sex dengan 2 orang dokter yang baik dan kami saling bersimpati. Ada keinginan untuk sampai dengan hubungan sex sesungguhnya tapi sungguh aku dan kedua dokter itu hanya sampai dengan oral saja. Dengan oral kami sama-sama mencapai orgasme walaupun bukan orgasme genital, tapi cukup memberikan kepuasan bagi kami masing masing.

Keadaan berubah, saat aku bertugas di VIP dan mendapatkan seorang pasien yang sangat simpatik, walaupun sebenarnya awalnya aku kurang suka karena dia adalah seorang pria hitam asal Nigeria yang mondar mandir antara Jakarta dan Lagos. Orangnya pendiam tidak banyak bicara, mungkin karena banyak menahan sakitnya. Tubuhnya timggi besar, kulitnya hitam, tapi kelihatan terawat tubuhnya. Dia dirawat disebabkan terserang sakit radang usus yang cukup akut, sehingga selama lebih dari 2 minggu tidak diperkenankan dokter untuk turun dari bed dan dua minggu berikutnya setelah dioperasi baru dinyatakan sembuh total.

Selama 5 minggu lebih, hampir sepenuhnya aku yang merawat. Aku ditunjuk oleh dokter kepala untuk merawatnya karena dari semua perawat senior hanya aku yang mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Aku dibebaskan dari tugas-tugas lain dan berkonsentrasi sepenuhnya pada pasien VIP ini.

Pada awalnya tidak ada yang aneh, hubungan kami hanya sebatas antara perawat dan pasien. Pasien yang bernama Siof ini hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris dengan dialek Afrika. Pada awalnya agak sulit juga aku menangkap maksudnya.

Singkat cerita aku merawatnya dengan tulus sebagai perawat. Selama minggu pertama tugasku tidak begitu banyak, hanya mencek selang infus, mengamati suhu tubuhnya, denyut dan tekanan jantungnya serta menyibin dengan pispot untuk buang air. Pada minggu kedua selang mulai dilepas, tugasku bertambah menyuapinya bubur sumsum cair dan membersihkan tubuhnya dengan memandikannya. Dia mulai agak banyak berbicara, bercerita tentang negerinya, bisnisnya dan keluarganya. Ternyata dia mempunyai seorang anak dan seorang istri. Dia pun menanyakan tentang aku. Tingkah lakunya benar benar kalem dan sopan, tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya bahwa orang Negro bertemperamen keras atau urakan. Wajib baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia